Sesuatu yang dirasa memang ternyata berbeda,
dari mata sampai berlabuh ke hati .
sebuah misteri memang, tetapi . .
yaa tetapi . .
seperti berada di tempat yang tinggi tetapi dikelilingi jurang
salah langkah pasti jadi masalah nantinya
tak bisa melangkah, tapi juga tak rela diam . .
cuma dapat berteriak meminta pertolongan . .
ini bukan tentang kelemahan seseorang
tapi lebih mengisahkan pada rencana yang matang
karena aku akan terus hidup dengan perjuanganku
bukan cuma mati sia-sia seperti mereka-mereka
kau yang terkadang membuat segalanya fatamorgana
karena membuat semua menjadi nyata dan di depan mata.
kau tak akan jadi ego ku yang singkat . .
semuaa akan selamanyaa . . selamaanyaa . .
karena engkau sang "bulan yang sempurna".
Selasa, 16 Oktober 2012
Puisi Abstrak
Diposting oleh
Unknown
di
07.53
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 23 September 2012
PENDAKIAN GUNUNG RINJANI (DEWI ANJANI)
Pagi pemirsa saya salah satu mahasiswa di Universitas Gunadarma. Sedikit banyak saya mau menceritakan perjalanan saya dan kawan-kawan (beberapa bekerja dan beberapa kuliah) saya mendaki gunung.
Setiap tahun memang biasanya kami melakukan perjalanan pendakian, dan setelah perundingan, kami memutuskan akan melakukan perjalanan ke Gunung Rinjani (Dewi Anjani).
persiapan kami diawali dengan do'a dan usaha (dana dan latihan fisik secukupnya). Hari dan tanggal sudah di tentukan, yaitu 23agust-01sept 2012. seminggu sebelum hari H kami pun memesan tiket kereta dengan jumlah 10orang (9 orang mendaki dan 1 orang menetap di lombok saja), kemudian kami menyiapkan alat apa saja yang sekiranya akan dibutuhkan.
Jakarta, 23 agustus 2012
Dua hari yang cukup melelahkan, kereta-angkot-kereta-kapal fery-bus-kapal fery lagi .
yahh . . memang melelahkan tapi pemandangan selama di perjalanan sangat indah dan sayang dilewatkan. hehhe
gersangnya pulau jawa di daerah persawahan ketika musim kemarau, selat bali, dan selat lombok yang membuat mata tak mau melewatkan keindahannya. semua menjadi jalan yang dilintasi menggunakan transportasi darat-laut.
| Stasiun Surabaya |
| pelabuhan Padang Bai - Bali |
| Selat Lombok |
lombok, 25 agustus-26 agustus 2012
Sesampainya Pelabuhan Lembar-Lombok, kami pun di jemput oleh kawan kami yang juga ingin mendaki kesana (kebetulan kami punya kenalan disana) kami semua beristirahat di rumahnya, karena kami harus mengisi ulang tenaga untuk memulai pendakian besok paginya.
Pukul 04.00 kami pun bangun dan packing barang-barang kembali. setelah semua beres jam 6 kami mencari kendaraan untuk di carter menuju ke Sembalun (pintu pendakian timur). Perjalanan dari rumah keman kami ini ke Sembalun memang cukup jauh, tapi untungnya berbeda dengan jalan di Ibukota. disini tidak terlalu banyak kendaraan dan jalannya pun menjadi tidak macet.
Sembalun, 26 agustus 2012
Jam 10.00 kami tiba di pintu pendakian, kami langsung berbai tugas. beberapa membeli sayuran di pasar (tak jauh dari pos), dan sebagiannya lagi mengurus administrasi. setelah semua sudah beres, kami berdo'a sebelum mendaki.
Pukul 10.30 Wita. perjalanan dari gerbang pendakian dimulai, perkebunan kampung sekitar setapak demi setapak dilalui dan SABANA yang menjadi ciri khas Gunung Rinjani telah di depan mata. Sesekali kalau anda beruntung, anda bisa melihat hewan-hewan liar di Padang rumput ini seperti kijang, kerbau, atau bahkan singa. hehhe . .
Sudah lebih dari 5 jam kami berjalan, lelah juga rasanya, panas ini begitu membakar kulit, lapar ini menjadikan kami harus cepat terus bergerak, karena kami harus sampai di POS 3 sebelum Magrib. Semua menjadi fokus kami untuk terus berjalan.
| Sabana - Gunung Rinjani |
| Hewan liar - gunung Rinjani |
Pukul 18.30 wita.
kami tiba di Pos 3, ternyata disana hanya ada 1 tenda saja yang berdiri. kami pun bersilahturahmi dan saling mengenalkan diri. jumlah mereka 4 orang (2 laki-laki dari pecinta alam Lombok timur - 2 perempuan alumni IPB Bandung). kemudian kami mendirikan tenda dan masak untuk makan malam bersama.
Pos 3, 27 agustus 2012.
Pagi.
SeeeerrRR . . . angin lembah di jalur lahar kering yang kita tempati ini ternyata begitu dingin dengan hembusan anginnya. hehhe . . tak berlama-lama kami langsung mengeluarkan logistik dan menyiapkan sarapan pagi. kami masak bersama dengan 4 orang tetangga kami, suasana di gunung memang harus mudah akrab, karena sedikit banyak kita harus saling membantu.(tidak cuma di gunung sii . . harusnya dimana saja).
perjalanan hari ke-2 dimulai, anggota personil bertambah 4 orang, jumlah kami jadi 14 orang. jalur pendakian sedikit demi sedikit kita lalui, tanjakan demi tanjakan semua itu menguras tenaga. karena di jalur ini jalur tersulit ke 2 di gunung ini, setelah leher angsa (trek puncak).
Bukit penyesalan.
terdiri dari 7 bukit yang harus kami lalui. cerita yang pernah saya baca, kenapa bukit ini dinamai bukit penyesalan? karena banyak pendaki yang mengalami keluh-kesah disini, beban yang harus dibawa dan trek yang dihadapi. bukit yang rasanya tidak pernah habis banyaknya . .
Tapi percayalah "sesudah kesulitan, pasti ada kemudahan . ." kalimat ini yang terlintas dipikiran saya, seakan memecah kejenuhan disaat beristirahat dan menyuruh berjalan lagi.
Setelah kurang lebih 3 jam perjalan pun akhirnya kami sampai di Pelawangan Sembalun atau gerbang puncak. kami di pandu pecinta alam lombok timur yang sekarang bersama kami kini bergegas cepat membuka tenda. kami beristirahat kembali, karena nanti malam bisa di bilang adalah PUNCAK PERJUANGAN kami untuk mencapai Puncak Rinjani (Dewi Anjani).
pukul 18.00 setelah kami makan malam kita semua tidur dan harus bangun jam 00.30 malam.
| Pelawangan Sembalun |
Pelawangan, 28 agustus 2012.
00.30 wita.
udara dingin dan hembusan angin membuat badan merinding rasanya. tetapi terang bulan yang begitu dekat, dan segelas susu coklat panas yang membuat hangat kerumunan kami di depan tenda. ini semua membangkitkan gairah ku untuk mencapai puncak Dewi Anjani.
segala kebutuhan kami persiapkan, headlamp, air minum, oksigen, cemilan extra semangat kami kemas semua. kemudian kami kembali berdo'a untuk mencapai puncak.
02.00 wita.
Perlahan kami pun berjalan, pecinta alam lombok itu seakan membuka jalur yang gelap itu.
Tanjakan hitam yang terlihat di depan mata, seakan terbelah cahaya-cahaya putih yang bergerak.
lampu-lampu dari para pendaki lain seakan menuju langit.
2 jam pun telah berlalu kami berada di ketinggian sekitar 3.500 mdpl. terasa angin dari bawah lembah masuk kedalam jaket, bergetar rasanya . . "ini minum sedikit." sambil menyodorkan susu coklat hangat salah satu teman memberi kepadaku. sruupp !! ahh !! damaii rasaanya . . hehhe
kemudian kami semua bangkit lagi untuk mulai berjalan, akhirnya kami sampai di jalur LEHER ANGSA tersebut. huhh . .
tikungan yang berisi pasir-pasir yang terus menanjak. selangkah maju turun setengah-selangkah maju turun setengah. begitu terus menerus selama 2 jam lebih .
Ini dia ternyata yang harus kami lalui, diantara banyak orang yang tidak mau menghadapi kesulitan hidup. kenapa kami disini? mencari kesulitankah? rasa putus asa menyerang hampir di setiap hirupan nafas penuh lelah. beranjak lagi-beranjak lagi . . tetap berjalan . . ini yang harus aku hadapi, 2 hari yang melelah kan dalam perjalanan dari Jakarta, sabana yang membakar kulit, dan 7 bukit penyesalan terus kami bayangkan.
KAMI tak mau menyerah hanya karena kurang dari 2 jam lagi menuju Dewi Anjani.
Semua menjadi angkuh pada diri masing-masing. teruss . . terusss . . jalann . . terussss . .
"woohh !! ayooo semangat !!" teriakan dari atas memanggil. Dewi Anjani, inilah Puncak Rinjani (tanah tertinggi ke 3 di Indonesia). Semua rombongan kami menyambut haru, KAMI MENANG. melawan keputus asa'an saat ini . rasa bangga dan haru menjadi satu, keindahan alam dan rasa syukur kebesaran-Nya kami nikmati. bukit-bukit, lautan, danau segara anak. semua menjadi pemandangan yang amat indah.
| trek leher angsa - Gunung Rinjani |
| sunrise puncak |
| view segara anak dari puncak |
| bertemu mapala UI |
Sudah puas kami berfoto-foto, memakan cemilan yang kami bawa. kami pun kembali turun ke pelawangan sembalun. sesampainya di pelawangan kami kembali masak-masak karena perut lapar kembali.(makam muluu) hehhe . .
jam menunjukan pukul 12.00 wita.
kami bergegas dan menuju danau segara anak, salah satu daya tarik gunung rinjani. di tengah-tengah danau terdapat gunung baru rinjani yang cukup indah . kami bermalam disini sampai 2 hari.
mancing, bakar ikan, bercengkrama bersama, semua indah dengan pemandangan danau segara anak.
| gunung baru di tengah danau segara anak |
| mancing mania |
| hasil pancingan |
| kebersamaan |
Danau segara anak, 30 agustus 2012.
sayang rasanya hanya 2 hari di danau, masih ingin berlama-lama sepertinya. tapi kesibukan lain sudah menunggu. mau gimana lagi? hehhe . .
jam 12.00 setelah makan siang kami pun bergegas turun melalui jalur senaru.
dengan jalur melipir dipinggir danau, kemudian melewati pelawangan senaru dan terus berjalan menuju pos senaru. tak terasa hari sudah mulai malam. dan kami sampai di pos senaru pukul 20.30 wita.
kami menginap di rumah penduduk sekitar, yang memang beberapa di sewakan untuk pendaki yang kemalaman.
senaru, 31 agustus 2012.
setelah sarapan dan mandi, kami pun bersiappp pulangg !! hhahahaa
cukup segini aja cerita yang bisa saya sampaikan untuk "Pendakian Gunung Rinjani" kurang lebihnya mohon di balikin yaaa . . hahhaa.
terimakasi . .
Diposting oleh
Unknown
di
19.42
4
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Minggu, 13 Mei 2012
Kata Kata Soe Hok Gie Dan Puisi Terakhirnya
- Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
- Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
- Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
- Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
- Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
- Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
- Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
- Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
- Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
- Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
- Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
- Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
- Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
- To be a human is to be destroyed.
- Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
- Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
- I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
- Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
- Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
- Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
- Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.
- Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
- Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
- Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
- Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
- Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
- Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
- Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
- Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
- Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
- Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
- Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
- Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
- Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
- To be a human is to be destroyed.
- Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
- Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
- I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
- Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
- Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
- Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
- Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.
- Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah: Who am I? Saya telah menjawab bahwa saya adalah seorang intelektual yang tidak mengejar kuasa tapi seorang yang ingin mencanangkan kebenaran. Dan saya bersedia menghadapi ketidak-populeran, karena ada suatu yang lebih besar: kebenaran.
- Bagiku sendiri politik adalah barang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah.
- Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan Dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau.
- Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
- Saya memutuskan bahwa saya akan bertahan dengan prinsip-prinsip saya. Lebih baik diasingkan daripada menyerah terhadap kemunafikan.
- Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi "manusia-manusia yang biasa". Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.
- Saya ingin melihat mahasiswa-mahasiswa, jika sekiranya ia mengambil keputusan yang mempunyai arti politis, walau bagaimana kecilnya, selalu didasarkan atas prinsip-prinsip yang dewasa. Mereka yang berani menyatakan benar sebagai kebenaran, dan salah sebagai kesalahan. Dan tidak menerapkan kebenaran atas dasar agama, ormas, atau golongan apapun.
- Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa. Mementingkan golongan, ormas, teman seideologi dan lain-lain. Setiap tahun datang adik-adik saya dari sekolah menengah. Mereka akan jadi korban-korban baru untuk ditipu oleh tokoh-tokoh mahasiswa semacam tadi.
- Sejarah dunia adalah sejarah pemerasan. Apakah tanpa pemerasan sejarah tidak ada? Apakah tanpa kesedihan, tanpa pengkhianatan, sejarah tidak akan lahir?
- Bagiku perjuangan harus tetap ada. Usaha penghapusan terhadap kedegilan, terhadap pengkhianatan, terhadap segala-gala yang non humanis…
- Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.
- Bagi saya KEBENARAN biarpun bagaimana sakitnya lebih baik daripada kemunafikan. Dan kita tak usah merasa malu dengan kekurangan-kekurangan kita.
- Potonglah kaki tangan seseorang lalu masukkan di tempat 2 x 3 meter dan berilah kebebasan padanya. Inilah kemerdekaan pers di Indonesia.
- To be a human is to be destroyed.
- Saya tak mau jadi pohon bambu, saya mau jadi pohon oak yang berani menentang angin.
- Saya putuskan bahwa saya akan demonstrasi. Karena mendiamkan kesalahan adalah kejahatan.
- I’m not an idealist anymore, I’m a bitter realist.
- Saya kira saya tak bisa lagi menangis karena sedih. Hanya kemarahan yang membuat saya keluar air mata.
- Bagiku ada sesuatu yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan: dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan.
- Saya tak tahu mengapa, Saya merasa agak melankolik malam ini. Saya melihat lampu-lampu kerucut dan arus lalu lintas jakarta dengan warna-warna baru. Seolah-olah semuanya diterjemahkan dalam satu kombinasi wajah kemanusiaan. Semuanya terasa mesra tapi kosong. Seolah-olah saya merasa diri saya yang lepas dan bayangan-bayangan yang ada menjadi puitis sekali di jalan-jalan. Perasaan sayang yang amat kuat menguasai saya. Saya ingin memberikan sesuatu rasa cinta pada manusia, pada anjing-anjing di jalanan, pada semua-muanya.
- Tak ada lagi rasa benci pada siapapun. Agama apapun, ras apapun dan bangsa apapun. Dan melupakan perang dan kebencian. Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik.
Puisi Terakhir Soe Hok Gie
Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.
Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang
manis di lembah Mendalawangi.
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.
Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.
Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.
Mari sini, sayangku.
Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah menanamkan apa-apa,
kita takkan pernah kehilangan apa-apa.
(CSD, Selasa, 11 November 1969)
Diposting oleh
Unknown
di
00.51
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
RIWAYAT SINGKAT "SOE HOK GIE"
SOE HOK GIE adalah seorang keturunan cina yang lahir pada
17 desember 1942. banyak kebenaran yang dia lakukan pada masa hidupnya, yang
tergolong singkat.
pada masa masih sekolah dia sering
mengunjungi perpustakaan umun untuk menambah ilmu pengetahuannya.
pada masa SMP telah banyak sekali
buku-buku yang telah dia dapatkan, ia mendapatkan salinan kumpulan cerpen
Pramoedya:"cerita dari Blora"-bukankah cerpen Pram termasuk langka
pada masa itu?
Selepas dari SMP,
ia berhasil masuk ke Sekolah Menengan Atas (SMA) Kanisius jurusan sastra.
Sedang kakaknya, Hok Djin, juga melanjutkan di sekolah yang sama, tetapi lain
jurusan, yakni ilmu alam.
Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.
Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.
Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.
Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.
Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.
Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti.
Selama di SMA inilah minat Soe Hok Gie pada sastra makin mendalam, dan sekaligus dia mulai tertarik pada ilmu sejarah. Selain itu, kesadaran berpolitiknya mulai bangkit. Dari sinilah, awal pencatatan perjalanannya yang menarik itu; tulisan yang tajam dan penuh kritik.
Ada hal baik yang diukurnya selama menempuh pendidikan di SMA, Soe Hok Gie dan sang kakak berhasil lulus dengan nilai tinggi. Kemuidan kakak beradik ini melanjutkan ke Universitas Indonesia. Soe Hok Gie memilih ke fakultas sastra jurusan sejarah , sedangkan Hok Djin masuk ke fakultas psikologi.
Di masa kuliah inilah Gie menjadi aktivis kemahasiswaan. Banyak yang meyakini gerakan Gie berpengaruh besar terhadap tumbangnya Soekarno dan termasuk orang pertama yang mengritik tajam rejim Orde Baru.
Gie sangat kecewa dengan sikap teman-teman seangkatannya yang di era demonstrasi tahun 66 mengritik dan mengutuk para pejabat pemerintah kemudian selepas mereka lulus berpihak ke sana dan lupa dengan visi dan misi perjuangan angkatan 66. Gie memang bersikap oposisif dan sulit untuk diajak kompromi dengan oposisinya.
Selain itu juga Gie ikut mendirikan Mapala UI. Salah satu kegiatan pentingnya adalah naik gunung. Pada saat memimpin pendakian gunung Slamet 3.442m, ia mengutip Walt Whitman dalam catatan hariannya, “Now I see the secret of the making of the best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the earth”.
Pemikiran dan sepak terjangnya tercatat dalam catatan hariannya. Pikiran-pikirannya tentang kemanusiaan, tentang hidup, cinta dan juga kematian. Tahun 1968 Gie sempat berkunjung ke Amerika dan Australia, dan piringan hitam favoritnya Joan Baez disita di bandara Sydney karena dianggap anti-war dan komunis. Tahun 1969 Gie lulus dan meneruskan menjadi dosen di almamaternya.
Bersama Mapala UI Gie berencana menaklukkan Gunung Semeru yang tingginya 3.676m. Sewaktu Mapala mencari pendanaan, banyak yang bertanya kenapa naik gunung dan Gie berkata kepada teman-temannya:
“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.”
8 Desember sebelum Gie berangkat sempat menuliskan catatannya: “Saya tak tahu apa yang terjadi dengan diri saya. Setelah saya mendengar kematian Kian Fong dari Arief hari Minggu yang lalu. Saya juga punya perasaan untuk selalu ingat pada kematian. Saya ingin mengobrol-ngobrol pamit sebelum ke semeru. Dengan Maria, Rina dan juga ingin membuat acara yang intim dengan Sunarti.
Saya kira ini adalah pengaruh atas
kematian Kian Fong yang begitu aneh dan begitu cepat.” Hok Gie meninggal di
gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat
menghirup asap beracun di gunung tersebut.
Dia
meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis. Selanjutnya catatan selama
ke Gunung Semeru lenyap bersamaan dengan meninggalnya Gie di puncak gunung
tersebut. 24 Desember 1969 Gie dimakamkan di pemakaman Menteng Pulo,
namun dua hari kemudian dipindahkan ke Pekuburan Kober, Tanah Abang.
Tahun 1975 Ali Sadikin membongkar
Pekuburan Kober sehingga harus dipindahkan lagi, namun keluarganya menolak dan
teman-temannya sempat ingat bahwa jika dia meninggal sebaiknya mayatnya dibakar
dan abunya disebarkan di gunung. Dengan pertimbangan tersebut akhirnya tulang
belulang Gie dikremasi dan abunya disebar di puncak Gunung Pangrango.
Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:
“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
Beberapa quote yang diambil dari catatan hariannya Gie:
“Seorang filsuf Yunani pernah menulis … nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda.
“Kehidupan sekarang benar-benar
membosankan saya. Saya merasa seperti monyet tua yang dikurung di kebun
binatang dan tidak punya kerja lagi. Saya ingin merasakan kehidupan kasar dan
keras … diusap oleh angin dingin seperti pisau, atau berjalan memotong hutan
dan mandi di sungai kecil … orang-orang seperti kita ini tidak pantas mati di
tempat tidur.”
“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”
“Yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dapat merasai kedukaan…”
SEBUAH TANYA
Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah
kau masih berbicara selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut
tipis pun turun pelan-pelan
Di lembah kasih, lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Di lembah kasih, lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah
kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap kau
Dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Ketika kudekap kau
Dekaplah lebih mesra, lebih dekat
Lampu-lampu
berkelipan di Jakarta yang sepi
Kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara
Tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita
Kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
Kau dan aku berbicara
Tanpa kata, tanpa suara
Ketika malam yang basah menyelimuti Jakarta kita
Apakah
kau masih akan berkata
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Kudengar derap jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta
Hari
pun menjadi malam
Kulihat semuanya menjadi suram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu
Kulihat semuanya menjadi suram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
Dalam bahasa yang kita tidak mengerti
Seperti kabut pagi itu
Manisku,
aku akan jalan terus
Membawa kenang-kenangan dan harapan-harapan
Bersama hidup yang begitu biru
Membawa kenang-kenangan dan harapan-harapan
Bersama hidup yang begitu biru
Diposting oleh
Unknown
di
00.44
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Sabtu, 05 Mei 2012
ANJAK PIUTANG
Pengertian Anjak Piutang / factoring
Menurut Keputusan Menteri Keuangan Nomor
1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988,perusahaan anjak piutang adalah
badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian atau
pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan
dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.
Menurut terminology Factoring dalam terjemahan bebasnya bahwa Factoring adalah suatu penjualan piutang dagang dari
suatu perusahaan (Clien) kepada factor dengan harga yang telah didiskon,
dimana piutang dagang tersebut berasal dari transaksi bisnis miliknya si
perusahaan (Clien).
Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang
meliputi:
- Perusahaan
jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasa
anjak piutang.
- Klien
(client). Klien adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual
barang dan jasa secara kredit kepada nasabah.
- Nasabah
(customer). Nasabah adalah pihak yang membeli barang atau jasa dari klien
dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek kepada klien.
Fasilitas anajak piutang yang ditawarkan oleh perusahaan
anjak piutang dapat dibedakan dalam berbagai jenis sebagai berikut :
A. Berdasarkan Pemberitahuan
·
Disclosed factoring atau juga disebut degan negofication
factoring
·
Undisclosed factoring atau sering disebut dengan
non-notofication faktoring
B. Berdasarkan Penanggungan Resiko
§ Recorse Factoring
Anjak piutang
dengan cara recourse atau disebut juga with recourse factoring berkaitan dengan
resiko debitor yang tidak mampu memenuhi kewajibannya.
§ Without Recourse Factoring
Anjak piutang
ini juga disebut non-recourse factoring yaitu perusahaan anjak piutang
menanggung resiko atas tidak tertagihnya piutang yang telah dialihkan oleh
klien.
C. Berdasarkan Pelayanan
ü Full Service Factoring
Yaitu
perjanjian anjak piutang yang meliputi semua jenis jasa anjak piutang baik
dalam bentuk jasa pembiayaan maupun jasa non-pembiayaan
ü Finance Factoring
Yaitu perusahaan anjak piutang hanya menyediakan
fasilitas pembiayaan saja tanpa ikut menanggung resiko atas piutang tak
tertagih.
ü Bulk Factoring
Jasa
factoring ini juga disebut dengan agency factoring yaitu transaksi yang
mengaitkan perusahaan factoring sebagai agen dari klien. Bentuk fasilitas
factoring ini pada dasarnya hampir sama dengan full service factoring, namun
penagihan piutang tetap dilakukan oleh klien dan proteksi resiko kredit tidak
dijamin perusahaan factoring.
ü Maturity Factoring
Berbeda dengan jenis factoring yang telah dijelaskan
diatas, di mana perusahaan factoring memberikan pembiayaan dengan pembayaran di
muka.
D. Berdasarkan Lingkup Kegiatan
·
Domestic Factoring
Yaitu
kegiatan transaksi anajk piutang dengan melibatkan perusahaan anjak
piutang,klien dan debitor yang semuanya berdomisili di dalam negeri.
·
International Factoring atau Export Factoring
Yaitu
kegiatan anjak piutang untuk transaksi ekspor-impor barang yang melibatkan dau
perusahaan factoring di masing-masing Negara sebagai export factor dan import
factor.
Diposting oleh
Unknown
di
10.36
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Langganan:
Postingan (Atom)